1. Aq tahu aq dapat mengerjakan ini!!
2. Aq berjanji untuk menguasai ini!!
3. Aq belajar dari setiap Kesalahan :)
4. Aq menjadi lebih baik setiap hari
5. Segala sesuatu mendukungku dalam tujuan.
6. Pikiranku secara unik dapat selalu mampu melakukannya.
7. Otakku dalam semangat yang tinggi.
8. Kini aq berada dijalur yang benar.
9. Kini aq benar-benar akan meraihnya.
10. Aq benar-benar bangga pada diriku.
“Kegagalan terbesar
dalam hidup adalah kegagalan untuk
mencoba”.
"berfikirlah
positif dan berbicara diri sendiri dng
positif dapat merubah cara berfikir ".
Pesan Positif yang dapat Dikatakan Pada Your Self
Diposting oleh
Unknown
|
Read User's Comments(0)
PESAN PAK MARIO TEGUH
Diposting oleh
Unknown
|
Engkau
yang merasa entah mengapa, kehilangan tenaga dan keinginan untuk melakukan
sesuatu yang penting bagi hidupmu, dengarlah ini …
Kehidupan ini berlanjut.
Apakah engkau mengeluhkannya, memprotesnya, atau mensyukurinya, … kehidupan ini berlanjut.
Tapi engkau tak sendiri.
Ketahuilah bahwa di balik cadar keanggunan, atau tameng kegagahan, dan di balik semua keceriaan dan tawa lantang yang menggema dalam pergaulan yang popular itu, … sesungguhnya banyak tergelatak hati yang galau, yang tak bertenaga, yang letih dengan kepura-puraan, yang ingin berteriak seliar-liarnya, yang ingin berlari kencang membuta menghilangkan diri, dan yang ingin menangis sejadi-jadinya di tengah seramai-ramainya kerumunan.
Sesungguhnya engkau tak sendiri, maka kasihilah sesamamu sebagaimana engkau seharusnya mengasihi dirimu sendiri.
Sesungguhnya tidak mudah menjadi dirimu.
Orang di sekitarmu menuntutmu untuk memenuhi standar mereka tentang apa yang disebut berhasil, mecemoohmu jika engkau tak tampil seperti telah berhasil, menertawakan impian-impianmu, meragukan kesungguhanmu, dan menuntutmu menggembirakan mereka dengan menelantarkan kebutuhanmu untuk hidup damai dengan dirimu.
Kasihilah dirimu.
Janganlah memarahinya karena kesalahan yang tak disengajanya, atau yang dilakukannya karena ketidak-tahuannya.
Bersabarlah dengan kelambanannya dalam memperbaiki dirinya.
Bukankah engkau yang selalu mengatakan bahwa manusia itu tak sempurna? Lalu, mengapakah engkau memarahinya karena ketidak-sempurnaannya?
Dirimu itu paling membutuhkan kelembutanmu.
Apakah engkau tak merasa kasihan melihat upayanya untuk menggembirakan orang-orang tamak yang sombong, yang lebih kaya darimu, yang diharapkannya akan melebihkan pemberian kepadamu jika dia melebihkan tawa dan pujian bagi mereka?
Dirimu itu sesungguhnya telah letih melayanimu, yang banyak bermimpi tapi malas bertindak, yang banyak memprotes tapi mudah tersinggung, dan yang minder tapi sombong.
Turunkanlah suaramu sebentar, dan berbicaralah dalam nada suara yang lebih penyayang kepada dirimu.
Turunkanlah hidung dan wajahmu yang banyak mendongak untuk mengesankan rasa percaya diri itu, dan ramahkanlah wajahmu saat engkau melihatnya di cermin.
Berlakulah lebih jujur kepada dirimu.
Inginkanlah yang besar, tapi ikhlaslah melakukan yang sederhana dan yang dalam kemampuanmu untuk melakukan.
Bersegeralah melakukan yang kau rencanakan dan setialah mengerjakannya sampai selesai, agar dirimu mempercayai janji-janjimu kepadanya.
Duduklah lebih dekat dengan dirimu sendiri. Bersahabatlah dengannya.
Janganlah engkau membuatnya merasa tak kau butuhkan,karena kau sesali semua kekurangannya, sambil melupakan kelebihan dan kebaikannya.
Minta-maaflah kepada dirimu.
Dari semua yang paling membutuhkan permintaan maaf atas kesemena-menaan cara hidupmu, adalah dirimu sendiri.
Mudah-mudahan, dalam persahabatan yang ramah, penuh hormat, dan penuh kasih dengan dirimu sendiri itu, Tuhan mengutuhkanmu dengan dirimu sendiri dalam satu kesadaran jiwa yang semakin mulia dengan semakin bertambahnya usiamu.
Karena sesungguhnya, engkau dan jiwamu itu satu.
Tapi kesejatian jiwamu yang mulia itu, terbelah menjadi seperti dua bagian yang saling tak mendamaikan.
Karena, kesejatian jiwamu itu tak mungkin menjadi tetap utuh, dengan kau ijinkannya nafsu yang buruk sebagai pengganti dari tenaga jiwamu yang suci.
Maka, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, sedekat-dekatnya, dalam kemanjaan yang syahdu, dan dalam keharuan tangis jiwamu yang jujur.
Karena, di dalam kedekatan itulah engkau disucikan.
Karena, Tuhanmu tak mengijinkan apa pun yang kotor mendekat kepadaNya.
Jiwamu yang dekat dan manja kepadaNya, akan dibersihkan.
Dan di dalam kebersihan jiwamu itulah kedamaianmu tumbuh.
Sekarang … tundukkanlah diri dan jiwamu, dalam semesra-mesranya sujud di hadapan Tuhanmu yang merindukan tangis manjamu.
Wahai jiwa yang tenang … indahkanlah senyum di wajahmu itu.
Tuhanmu sedang memandangimu dengan penuh kasih.
Mario Teguh - Dengan hati yang penuh kasih kepadamu, … sahabatku.
Kehidupan ini berlanjut.
Apakah engkau mengeluhkannya, memprotesnya, atau mensyukurinya, … kehidupan ini berlanjut.
Tapi engkau tak sendiri.
Ketahuilah bahwa di balik cadar keanggunan, atau tameng kegagahan, dan di balik semua keceriaan dan tawa lantang yang menggema dalam pergaulan yang popular itu, … sesungguhnya banyak tergelatak hati yang galau, yang tak bertenaga, yang letih dengan kepura-puraan, yang ingin berteriak seliar-liarnya, yang ingin berlari kencang membuta menghilangkan diri, dan yang ingin menangis sejadi-jadinya di tengah seramai-ramainya kerumunan.
Sesungguhnya engkau tak sendiri, maka kasihilah sesamamu sebagaimana engkau seharusnya mengasihi dirimu sendiri.
Sesungguhnya tidak mudah menjadi dirimu.
Orang di sekitarmu menuntutmu untuk memenuhi standar mereka tentang apa yang disebut berhasil, mecemoohmu jika engkau tak tampil seperti telah berhasil, menertawakan impian-impianmu, meragukan kesungguhanmu, dan menuntutmu menggembirakan mereka dengan menelantarkan kebutuhanmu untuk hidup damai dengan dirimu.
Kasihilah dirimu.
Janganlah memarahinya karena kesalahan yang tak disengajanya, atau yang dilakukannya karena ketidak-tahuannya.
Bersabarlah dengan kelambanannya dalam memperbaiki dirinya.
Bukankah engkau yang selalu mengatakan bahwa manusia itu tak sempurna? Lalu, mengapakah engkau memarahinya karena ketidak-sempurnaannya?
Dirimu itu paling membutuhkan kelembutanmu.
Apakah engkau tak merasa kasihan melihat upayanya untuk menggembirakan orang-orang tamak yang sombong, yang lebih kaya darimu, yang diharapkannya akan melebihkan pemberian kepadamu jika dia melebihkan tawa dan pujian bagi mereka?
Dirimu itu sesungguhnya telah letih melayanimu, yang banyak bermimpi tapi malas bertindak, yang banyak memprotes tapi mudah tersinggung, dan yang minder tapi sombong.
Turunkanlah suaramu sebentar, dan berbicaralah dalam nada suara yang lebih penyayang kepada dirimu.
Turunkanlah hidung dan wajahmu yang banyak mendongak untuk mengesankan rasa percaya diri itu, dan ramahkanlah wajahmu saat engkau melihatnya di cermin.
Berlakulah lebih jujur kepada dirimu.
Inginkanlah yang besar, tapi ikhlaslah melakukan yang sederhana dan yang dalam kemampuanmu untuk melakukan.
Bersegeralah melakukan yang kau rencanakan dan setialah mengerjakannya sampai selesai, agar dirimu mempercayai janji-janjimu kepadanya.
Duduklah lebih dekat dengan dirimu sendiri. Bersahabatlah dengannya.
Janganlah engkau membuatnya merasa tak kau butuhkan,karena kau sesali semua kekurangannya, sambil melupakan kelebihan dan kebaikannya.
Minta-maaflah kepada dirimu.
Dari semua yang paling membutuhkan permintaan maaf atas kesemena-menaan cara hidupmu, adalah dirimu sendiri.
Mudah-mudahan, dalam persahabatan yang ramah, penuh hormat, dan penuh kasih dengan dirimu sendiri itu, Tuhan mengutuhkanmu dengan dirimu sendiri dalam satu kesadaran jiwa yang semakin mulia dengan semakin bertambahnya usiamu.
Karena sesungguhnya, engkau dan jiwamu itu satu.
Tapi kesejatian jiwamu yang mulia itu, terbelah menjadi seperti dua bagian yang saling tak mendamaikan.
Karena, kesejatian jiwamu itu tak mungkin menjadi tetap utuh, dengan kau ijinkannya nafsu yang buruk sebagai pengganti dari tenaga jiwamu yang suci.
Maka, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, sedekat-dekatnya, dalam kemanjaan yang syahdu, dan dalam keharuan tangis jiwamu yang jujur.
Karena, di dalam kedekatan itulah engkau disucikan.
Karena, Tuhanmu tak mengijinkan apa pun yang kotor mendekat kepadaNya.
Jiwamu yang dekat dan manja kepadaNya, akan dibersihkan.
Dan di dalam kebersihan jiwamu itulah kedamaianmu tumbuh.
Sekarang … tundukkanlah diri dan jiwamu, dalam semesra-mesranya sujud di hadapan Tuhanmu yang merindukan tangis manjamu.
Wahai jiwa yang tenang … indahkanlah senyum di wajahmu itu.
Tuhanmu sedang memandangimu dengan penuh kasih.
Mario Teguh - Dengan hati yang penuh kasih kepadamu, … sahabatku.
KEPRIBADIAN
Diposting oleh
Unknown
|
A.
Defenisi Kepribadian
Menurut Stephen
dan Timothy, (2008:127), kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam
sistem psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri
secara unik terhadap lingkungan, atau dengan kata lain kepribadian merupakan
keseluruhan cara dimana seseorang individu berekasi dan berinteraksi dengan
individu lain.
B.
Faktor-faktor Penentu Kepribadian
Kepribadian
seseorang dihasilkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan kondisi situasional
(Stephen dan Timothy, 2008:127), antara lain:
1.
Faktor Keturunan
Faktor keturunan ditransimisikan melalui ”gen”, yang berada dalam
kromosom, yang menentukan keseimbangan hormon, bentuk fisik, dan menentukan
atau membentuk kepribadian. Kepribadian tidak seluruhnya dipengaruhi oleh
faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi bentuk kepribadian
seseorang.
2.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang dapat memberikan tekanan kepada kepribadian
seseorang adalah kultur masyarakat dimana seseorang dibesarkan, norma-norma
keluarga, teman-teman dan kelompok sosial, serta pengaruh-pengaruh lain yang
kita alami. Kultur akan membentuk norma, sikap, dan nilai-nilai yang diwariskan
dari satu generasi ke genarasi berikutnya yang terus menerus berlangsung secara
konsisten.
3.
Kondisi Situasional
Kondisi situsional dapat mempengaruhi efek dari faktor-faktor keturunan
dan lingkungan terhadapa kepribadian. Kepribadian seseorang meskipun relatif
stabil dan konsisten, namun dapat berubah pada situasi-situasi yang berbeda.
Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda dapat menimbulkan reaksi dan
aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak
melihat corak kepribadian secara terisolasi, tetapi juga mengetahui bahwa
situasi-situasi tertentu lebih relevan dari situasi-situasi lain dalam
mempengaruhi kepribadian sehingga dapat dilihat adanya perbedaan-perbedaan
individual yang signifikan.
C.
Aspek-Aspek yang mempengaruhi Kepribadian
1. Sifat-sifat kepribadian
Sifat-sifat
yang merupakan kecenderungan-kecenderungan umum pada seorang individu untuk
menilai situasi-situasi dengan cara tertentu dan bertindak sesuai dengan
penilaian itu.Sifat-sifat itu seperti penakut, pemarah, suka bergaul, peramah,
suka menyendiri, sombong, dan lain-lain.
2. Intelegensi/kecerdasan
Termasuk didalamnya kewaspadaan,
kemampuan belajar, kecepatan berpikir, kesanggupan untuk mengambil keputusan
yang tepat, kepandaian menangkap dan mengolah kesan-kesan masalah, dan
kemampuan mengambil kesimpulan.
3.
Pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan
4.
Kesehatan
5.
Sikap terhadap orang lain
6.
Pengetahuan
7.
Keterampilan
8.
Nilai-nilai dan Peranan
9.
Penguasaan dan kuat lemahnya perasaan
D.
Tipe-Tipe Kepribadian Menurut Para Ahli
1.
Menurut Hiprocates dan Gelanus
Hiprocates dan Gelanus
membagi tipe tipe kepribadian berdasarkan zat cair yang ada dalam tubuh
seseorang. Dan mereka membagi tipe kribadian kedalam empat bagian. Yaitu:
a.
Melancholicus (
Melankolisi).
Yaitu tipe kepribadian seseorang
yang memiliki banyak empedu hitam di dalam tubuhnya. Sehingga orang ini
memiliki sifat sifat kepribadian seperti bersikap murung, pesimistis dan selalu
menaruh rasa curiga.
b.
Sanguinicus (Sanguinisi).
Yaitu tipe yang dimiliki
seseorang yang memiliki banyak darah dalam tubuhnya. Orang yang memiliki sifat
wajah yang berseri-seri, periang, dan selalu bersikap optimistis.
c.
Flagmaticus (Flegmatisi).
Yaitu tipe kepribadian yang
dimiliki oleh orang orang yang memiliki banyak lendir dalam tubuhnya. Orang
yang memiliki tipe kepribadian ini memiliki sifat-sifat seperti lamban dan
pemalas, wajahnya selalu pucat, psimis, pembawaannya tenang, dan memiliki
pendirian yang teguh.
d.
Cholericus (kolerisi)
Tipe kepribadian yang dimiliki
seseorang yang memiliki banyak empedu kuning dalam tubuhnya. Sifat yang
dimiliki oleh seseorang dengan kepribadian ini adalah memiliki tubuh besar dan
kuat, garang dan agresif.
2. Menurut C.G. Jung
a.
Ekstrovert
Orang yang memiliki Kepribadian Ekstrovert adalah orang
yang perhatiannya diarahkan ke luar dari dirinya. Ciri ciri atau sifat yang
dimiliki oleh orang ekstrovert adalah ia lancar dalam berbicara, mudah bergaul,
tidak malau mudah menyesuaikan diri, ramah dan suka berteman.
b.
Introvert
Orang yang memiliki kepribadiannya Introvert merupakan
kebalikan dari kepribadian ekstrovert. Perhatiannya lebih mengarah pada
dirinya. Sifat yang dimiliki oleh orang yang berkpribasian seperti ini adalah
cendrung diliputi kekhawatiran, mudah malu dan canggung, lebih senang bekerja
sendiri, sulit menyesuiakan diri dan jiwanya agak tertutup.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Bakar, Zaenudin. 2004. Psikologi
dalam Perspektif Hadits. Jakarta: Pustaka
Al Husna Baru.
Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi
Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Kartono, Kartini. 1980. Teori
Kepribadian. Bandung: ALUMNI.
Alwisol. 2004. Psikologi
Kepribadian. Malang: UMM Press.
Langganan:
Komentar (Atom)






