BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Definisi
Regurgitation (kebocoran dari katup yang tidak sempurna
menutup) disebabkan oleh penyakit yang melemahkan
atau merusak katup atau struktur pendukungnya. Memadai penutupan katup mitral
menyebabkan darah mengalir kembali ke atrium kiri. Aliran darah ke seluruh
tubuh menurun sebagai akibat jantung yang memompa lebih keras untuk mencoba
untuk mengimbanginya.
Insufisiensi mitral
adalah daun katup mitral yang tidak dapat menutup dengan rapat sehingga darah
dapat mengalir balik atau akan mengalami kebocoran (sinonimnya adalah
regurgitasi katup mitral dan inkompetensi katup mitral).
Regurgitasi mitral memungkinkan
aliran darah retrograde dari ventrikel kiri ke atrium kiri akibat penutupan
katup yang tidak sempurna. Selama sistolik, ventrikrel secara simultan
mendorong darah ke dalam aorta dan kembali kedalam atrium kiri. Kerja ventrikel
kiri maupun atrium kiri harus ditingkatkan agar dapat mempertahankan curah
jantung.
B.
Etiologi
Berdasarkan etiologinya, insufisiensi atau
regurgitasi mitral dapat dibagi atas reumatik dan non reumatik (degenerative,
endokarditis, penyakit jantungkoroner, penyakit jantung bawaan, trauma dan
sebagainya).
Di negara berkembang, terbanyak penyebab
insufisiensi mitral adalah demam reumatik yang meninggalkan kerusakan menetap
dari sisa fase akut(sekuele). Sekitar 30% penderita tidak mempunyai riwayat
demam reumatik yang jelas. Manifestasi klinis sangat bervariasi tergantung
derajat gangguan hemodinamik yang ditimbulkan.
C.
Patofisiologi
Regurgitasi mitral akibat reuma terjadi
karena katup tidak bisa menutup sempurna waktu sistol. Perubahan-perubahan
katup mitral tersebut adalah kalsifikasi, penebalan dan distorsi daun katup.
Hal ini mengakibatkan koaptasi yang tidak sempurna waktu sistol. Selain itu,
pemendekan korda tendinea mengakibatkan katup tertarik ke ventrikel terutama
bagian posterior dan dapatjuga terjadi annulus atau rupture korda tendinea.
Selama fase sistol terjadi aliran
regurgitan ke atrium kiri, mengakibatkan gelombang V yang tinggi di atrium
kiri, sedangkan aliran ke aorta berkurang.Waktu diastole, darah mengalir dari
atrium kiri ke ventrikel. Darah atrium kiri tersebut berasal dari paru-paru
melalui vena pulmonalis dan juga darah regurgitan yang berasal dari ventrikel
kiri waktu sistol sebelumnya. Ventrikel kiri cepatdistensi, apeks bergerak ke
bawah secara mendadak, menarik katup, kordae danotot papilaris. Hal ini
menimbulkan vibrasi membentuk bunyi jantung ketiga.
Pada insufisiensi mitral kronik,
regurgitasi sistolik ke atrium kiri dan vena-vena pulmonalis dapat ditoleransi
tanpa meningkatnya tekanan di baji dan aorta pulmonalis.
D. Manifestasi Klinik
1.
Sesak napas yang meningkat ketika berbaring telentang (orthopnea)
2.Merasakan
sensasi jantung berdetak (palpitasi)
3.
Nyeri dada - berhubungan dengan penyakit arteri koroner atau serangan jantung
4.
Batuk
E. Pemeriksaan
Penunjang
Elektrokardiogram. Perubahan EKG pada
penderita regurgitasi mitral tergantung pada derajat insufisiensi, lamanya
insufisiensi dan ada tidaknyapenyakit penyerta. Pada insufisiensi mitral yang
ringan mungkin hanya terlihatgambaran P mitral dengan aksis dan kompleks QRS
yang masih normal. Padatahap yang lebih lanjut akan terlihat perubahan aksis
yang akan bergeser ke kiridan kemudian akan disertai dengan gambaran hipertrofi
ventrikel kiri. Blok berkaskanan yang tidak komplit (rsR di V1) didapatkan pada
5% penderita regurgitasi mitral. Semakin lama insufisiensi mitral, kemungkinan
timbulnya aritmia atrium semakin besar. Kadang-kadang timbul ekstra sistol
atrium, takikardia atrium danflutter atrium; paling sering adalah fibrilasi
atrium, yang awalnya paroksismal dan akhirnya menetap.
Foto toraks. Pada regurgitasi mitral
ringan tanpa gangguan hemodinamik yang nyata, besar jantung pada foto toraks
biasanya normal. Pada keadaan yang lebih berat akan terlihat pembesaran jantung
akibat pembesaran atrium kiri dan ventrikel kiri, dan mungkin terlihat
tanda-tanda bendungan paru. Kadang-kadang terlihat pula perkapuran pada annulus
mitral.
Fonokardiogram.
Fonokardiogram dilakukan untuk mencatat konfirmasibising dan mencatat adanya
bunyi jantung ketiga pada insufisiensi mitral sedang sampai berat. Arteriogram
pada arteri karotis mungkin memperlihatkan kontraksiisovolumik yang memanjang.
Apeks kardigram memperlihatkan gambarangelombang pengisian cepat (rapid
filling) yang curam dan besar.
Ekokardiogram.
Ekokardiogram pada insufisiensi mitral digunakan untukmengevaluasi gerakan
katup, ketebalan serta adanya perkapuran pada aparatmitral. Eko Doppler dapat
menilai derajat regurgitasi insufisiensi mitral.Pengukuran diameter end
diastolic, diameter end systolic, ketebalan dinding danbesarnya dapat dipakai
untuk menilai fungsi ventrikel kiri.
Laboratorium.
Laboratorium pada insufisiensi mitral tidak memberikangambaran yang khas.
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk menentukan adatidaknya reuma aktif/
reaktivasi.
Penyadapan jantung dan
angiografi. Penyadapan jantung dan angiografidilakukan terutama untuk
konfirmasi diagnostik insufisiensi mitral sertaderajatnya, menentukan fungsi
ventrikel kiri, menilai lesi katup lainnya dan secaraselektif menilai anatomi
pembuluh darah koroner. Insufisiensi mitral adalahpenyebab tersering dari
meningkatnya gelombang V pada kurva tekanan baji(wedge). Pada keadaan yang
lanjut akan didapatkan pula peningkatan tekanan diarteri pulmonalis. Derajat
insufisiensi mitral dinilai dari opasitas atrium kirisewaktu dilakukan
ventrikulografi kiri. Fungsi ventrikel kiri dapat dinilai daritekanan akhir
diastolic, fraksi ejeksi dan volume regurgitan.
F. Penatalaksanaan Medis
Pemberian antibiotika
ditujukan untuk upaya pencegahan reaktivasireuma maupun pencegahan terhadap
timbulnya endokarditis infektif. Adanya keluhan lekas capek, sesak napas dan
ortopnea menunjukan adanya gangguan fungsi ventrikel kiri yang memerlukan
digitalis dan diuretic. Obat-obat penurun
beban awal dan beban akhir (preload dan afterload) dapat digunakan
padapenderita-penderita insufisiensi mitral yang telah ada keluhan. Obat-obat vasodilator misalnya hydralazine dan captopril dan
lain-lain dapat memperbaiki hemodinamik serta mengurangi keluhan.
G. Asuhan Keperawatan
1.
Pengkajian
Gejala paling awal dari regurgitasi
mitral adalah perasaan lemas dan lelah yang disebabkan karena berkurangnya
aliran darah, dispnea saat beraktifitas dan palpitasi. Gejala-gejala yang berat
akan tercetus oleh gagal ventrikel kiri sehingga menyebabkna penurunan curah
jantung dan kongesti paru-paru. Temuan berikut ini khas menyertai regurgitasi
mitral kronis yang berat.
a) Auskultasi terdengar murmur sepanjang
fase sistolik (bising holosistolik dan pansistolik).
b) Elektrokariogram pembesaran atrium kiri
(P mitrale) bila irama sinus normal;
fibrilasi atrium hipertrofi ventrikel kiri.
c) Radiogram toraks: pembesaran atrium
kiri; pembesaran ventrikel kiri; kongesti vaskular paru-paru dalam berbagai
derajat.
d) Temuan hemodinamika peningkatan tekanan
atrium kiri dengan gelombang v yang
bermakna; peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri; peningkatan
paru-paru bervariasi.
2.
Diagnosa
Keperawatan
a) Penurunan curah jantung berhubungan
dengan ketidakmampuan ventrikel kiri memompa darah.
b) Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan
perembesan cairan, kongesti paru akibat sekunder dari perubahan membran kapiler
alveoli dan retensi cairan intersisial.
c) Gangguan aktifitas sehari-hari yang
berhubungan dengan penurunan curah jantung ke jaringan.
3.
Intervensi
|
Diagnosa
Keperawatan: Penurunan curah jantung
berhubungan dengan ketidakmampuan ventrikel kiri memompa darah.
|
|
|
Tujuan:
Dalam waktu 3x24 jam penurunan curah jantung dapat teratasi dan menunjukkan
tanda vital dalam batas yang diterima (disritmia terkontrol atau hilang dan
gejala gagal jantung misalnya parameter hemodinamika dalam batas normal,
output urine adekuat.
|
|
|
Kriteria evaluasi:
klien melaporkan episode dispnea berperan dalam aktivitas mengurangi beban
kerja jantung, tekana darah dalam batas normal (120/80mmhg, nadi 80x/menit),
tidak terjadi aritmia, denyut jantung dan irama jantung teratur, CRT kurang
dari 3 detik.
|
|
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1. Kaji dan lapor tanda penurunan curah
jantung.
2. Catat bunyi jantung
3. Palpasi nadi perifer
4. Pantau adanya output urine, catat out
put dan kepekatan urine.
5. Istirahatkan klien dengan tirah baring
optimal.
6. Atur posisi tirah baring yang ideal.
Kepala tempat tidur harus ditinggikan (20-30cm) atau klien didudukkan
dikursi.
7. Kaji perubahan sensorik contoh cemas,
letargi dan depresi.
8. Berikan oksigen tambahan dengan kanula
nasal/ masker sesuai indikasi.
9. Hindari maneuverdinamik seperti
berjongkok sewaktu melakukan BAB dan mengepal-ngepalkan tangan.
|
1.
Kejadian
mortalitas dan morbiditas sehubungan dengan infark miokardium yang lebih dari 24 jam pertama.
2.
S1 dan S2
mungkin lemah karena menurunnya kerja pompa, irama gallop umum (S3 dan S4)
dihasilkan sebagai aliran darah kedalam serambi yang distensi murmur dapat
menunjukkan regurgitasi mitral.
3.
Tanda penurunan curah jantung dapat
diperlihatkan dengan ciri menurunnya nadi, poplteal, dorsalis peds, dan
post-tibial, nadi mungkin cepat hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi dan
gangguan pulsasi (denyut kuat disertai dengan denyut lemah) mungkin ada.
|
4.
Implementasi
Pada tahap ini untuk melaksanakan intervensi dan aktivitas yang telah
dicatat dalam rencana perawatan pasien. Agar implementasi/ pelaksanaan
perencanaan ini dapat tepat waktu dan efektif maka perlu mengidentifikasi
prioritas perawatan, memantau dan mencatat respon pasien terhadap setiap
intervensi yang dilaksanakan serta mendokumentasikan pelaksanaan perawatan.
5.
Evaluasi
Pada tahap akhir proses keperawatan
adalah mengevaluasi respon pasien terhadap perawatan yang diberikan untuk
memastikan bahwa hasil yang diharapkan telah dicapai.
Evaluasi merupakan proses yang interaktif dan kontinyu, karena setiap tindakan keperawatan, respon pasien dicatat dan dievaluasi dalam hubungannya dengan hasil yang diharapkan kemudian berdasarkan respon pasien, revisi, intervensi keperawatan/hasil pasien yang mungkin diperlukan.
Evaluasi merupakan proses yang interaktif dan kontinyu, karena setiap tindakan keperawatan, respon pasien dicatat dan dievaluasi dalam hubungannya dengan hasil yang diharapkan kemudian berdasarkan respon pasien, revisi, intervensi keperawatan/hasil pasien yang mungkin diperlukan.







1 komentar:
Slots - Casino Guru
› casino-guru › casino-guru See what our 바카라 검증 250+ slots sss 포커 games give you. Play 유흥업소 사이트 the best slots demos from the best software 블루 벳 먹튀 developers 라이브채팅 here at Oklahoman!
Posting Komentar